Kamis, 10 November 2016

Happy Birth Day 26 Years My Best Partner



Special day for my best partner Mhd Hafiz Ardi, selamat ulang tahun yang ke 26 abang, semoga panjang umur, sehat badan, murah rezeki dan semoga dengan bertambahnya usia, abang bisa menjadi pribadi yang lebih dewasa dan jauh lebih baik lagi. Sebenarnya ini postingan latepost banget karena sudah berlalu 4 hari dari hari H yang jatuh pada tanggal 06 November 2016. Tapi latepostnya hanya dipostingan ini saja kok karena alhamdulillah apa yang aku prepare spesial untuk ulang tahunnya sudah dari beberapa bulan belakangan ini akhirnya terealisasi dengan baik.
Ceritanya beberapa bulan ini aku jadi super sibuk banget, memang aku lagi disibukkan oleh PL dan skripsi yang tak kunjung diacc, tapi disamping itu ada hal lain yang mendadak juga menjadi kesibukkan ku. Yaitu kesibukkan ku dalam menyiapkan semua surpraise ulang tahun untuk abang ku yang satu itu. Aku juga tiba-tiba jadi memiliki profesi tambahan, selain aku adalah seorang guru beberapa bulan ini aku harus menjadi seorang sutradara film, karena salah satu surpaise yang aku berikan adalah sebuah kaset film pendek yang mana film ini berisikan kumpulan video ucapan selamat ulang tahun dari teman-teman terdekat dan keluarganya, jadi mau tidak mau sutradara amatiran ini harus dituntut aktif. Mulai dari menghubungi satu persatu kontak talent-talent film ini, membujuk dengan sedemekian macam jurus agar mereka mau ikut menyumbang sedikit ucapan, hingga mengunjungi mereka satu persatu kerumah ataupun tempat kerja, selebihnya juga ada yang mengirim melalui sosial media hasil video ucapannya sendiri.
Sedikit flashback, aku memang memberinya beberapa surpraise tapi dari sekian surpraise yang aku persiapkan kesulitan yang paling terasa ada pada bagian pembuatan film pendeknya. Hal ini mengingat schedule ku hampir setiap hari dipadati oleh jam mengajar sehingga sedikit sekali waktu luang yang tersisa untuk mengurus film yang sedang aku garap ini dan surpraise lainnya yang sedang aku persiapkan juga.
Dimulai dengan cerita surpraise pertama yaitu film pendek. Disini peran ku adalah sebagai sutradara yang bertugas mengarahkan para talent dan menyunting hasil. Mengajak seseorang untuk mau ikut menjadi talent dalam film yang juga terkesan amatiran ini bukanlah perkara mudah. Bagaimana tidak, aku bahkan harus menelan bulat-bulat malu yang ada diwajah ku ini untuk menghiba hati dan bermanis muka membujuk talent-talent agar mau menyumbangkan sedikit saja ucapan pada film ku ini. Memang ada beberapa yang dengan suka rela langsung mengirim video ucapannya ke sosial media ku. Namun ada pula satu diantaranya saat aku sibuk mengiriminya chat berniat untuk mengajaknya menyumbangkan 10 – 15 detik saja suara emasnya dalam ucapan singkat justru akun ku yang dihapusnya. Ada pula yang sudah berjanji tapi tiba-tiba mengingkari dan berkata tidak jadi atau bahkan tidak bisa dalam menyumbang ucapan selamat yang hanya berdurasi sekian detik ini. Berbagai macam alasannya yang pada intinya meraka tak mau menjadi talent dalam film ku yang mungkin mereka tak enak jika harus menolak langsung pada ku. Ada juga yang mengatur schedule dengan ku sudah dari 2 minggu sebelum proses shoot yang sebenarnya terjadi padanya dan selama dua minggu itu aku sibuk mengekor kemanapun pergi talent ku yang satu ini dan pada minggu kedualah tepatnya di desa Debai aku baru bisa langsung melakukan shoot ditengah-tengah kegiatan berburu talent ku yang sudah 2 minggu aku ekori ini. Talent lain yang mengharuskan aku untuk turun langsung kelapangan adalah talent yang berasal dari Sungai Medang. Memang ini bukan perkara shooting sebenarnya, namun lebih kepada jaringan yang tidak ada untuk mengirim video melalui sosial media. Sempat kaget ketika aku tau jika aku harus turun ke lapangan untuk mengirim bagian dari film ini. Aku yang sebelumnya tidak tau menau dengan arah jalan sedikit kebingungan ketika sampai dipertengahan jalan. Namun untungnya pada setiap persimpangan mulai dari Sungai Penuh, Rawang, Sungai Tutung hingga Sungai Medang terpampang jelas plang-plang petunjuk arah sehinnga sedikit membantu perjalanan ku. Aku juga sempat meminta bantuan salah seorang sahabat ku untuk melakukan shoot pada salah seorang talent yang berada disekitaran perumahannya namun untuk talent-talent yang mengirimi melalui sosial media ku juga bukan hal mudah untuk membujuk mereka agar mau ikut serta dalam industri film amatiran ku kali ini. Aku harus mengeluarkan berbagai macam jurus untuk membujuk mereka.
Sedangkan untuk program editing, leptop ku sempat dipenuhi oleh berbagai macam aplikasi editing video namun karena versi leptop ku adalah versi dasar sehingga tidak semua aplikasi bisa digunakan melalui leptop ku ini dan pada akhirnya aplikasi yang aku gunakan adalah aplikasi yang pada umumnya juga menjadi andalan banyak orang. Tapi syukur Alhamdulillah meski sedikit terkesan terburu-buru film yang disutradarai oleh diri ku sendiri ini akhirnya selesai. Untuk hasil akhir bloger bisa langsung view di youtube ku, jangan lupa subscribe dan like nya ya.
Surpraise selanjutnya ialah flower box. Kenapa namanya flower box. Karena bunganya terletak didalam kotak. Dan untuk flower box ini aku sengaja memesannya di Jambi dengan anggapan aku tidak akan kesulitan jika harus menjemput flower box ini langsung karena seusai semua surpraise ini rampung aku yang akan turun langsung ke lapangan. Namun yang terjadi cukup jauh dari apa yang diperkirakan. Setelah flower box selesai dan siap diambil kendala yang timbul justru izin libur yang belum selesai aku urus disekolah tempat aku mengajar dan lalu siapa yang akan diminta tolongi untuk mengambil flower box ini ditengah-tengah kota Jambi. Karena mengingat tak seorangpun yang bisa aku minta tolongi maka jalan pintaspun ku pilih yaitu dengan menyewa kurir untuk mengantarkan flower box ku langsung ke alamat rumah salah seorang sahabat ku yang juga merupakan  tempat aku bermalam selama aku di Jambi. Dan flower boxpun mendarat dengan selamat.
Selain itu aku juga memberinya surpraise berupa kado yang memang sengaja jauh-jauh hari aku beli di kota Padang sana. Ya walaupun judul skripsi ku tak kunjung diacc saat aku harus bolak balik menuju kota Padang namun setidaknya aku jadi punya alasan lain untuk setiap keberangkatan ku ke kota Padang yaitu sekalian membeli kado untuknya. Dan menyiapkan semua surpraise inilah penyebab mengapa aku bisa tersenyum dan masih bisa merasa bahagia ditengah kacaunya gemelut hati yang mungkin tak akan ada habisnya jika harus kembali aku ceritakan. Walaupun memang sedikit kerepotan, dan menghabiskan banyak biaya namun lillahitaala aku iklas melakukan semua ini, bahkan tak ada alasan lain yang bisa aku ucapkan kenapa aku tak banyak mengeluh belakangan ini melainkan karena aku sibuk menyiapkan semua surpraise ini dan sibuk mengumpulkan puing-puing kebahagiaan yang tersisa dari kesetian ku sehingga tak ada waktu untuk mengeluh, menangis bahkan menggerutu atas masalah yang membelenggu ku.
Dan semua kado aku titipkan pada kakak kandung dari abang ku itu. Kenapa demikian, nanti akan aku bahas. Sebelumnya sedikit menyambung yang diatas. Aku juga memberinya surpraise berupa kue tar yang lagi-lagi harus aku beri dan titipkan melalui teman-teman terdekatnya dan ibu kantin yang sudah cukup baik mau membantu kekonyolan ku kali ini.
Pasti timbul banyak pertanyaan dari beberapa surpraise yang memang sengaja aku berikan ini. Kenapa aku demikian dan kenapa harus demikian?
Kembali yang pernah membaca postingan ku November tahun lalu pasti sudah tau mengapa tindakan ku terkesan berlebih-lebihan? Masih jelas lagi teringat oleh ku jika awal dari keributan yang terjadi diantara kami ialah perkara ulang tahun yang sudah sangat menyudutkan aku meskipun saat itu aku tak berdiam saja. Dan dari perkara itulah timbul niat dihati ku untuk menjadikan ulang tahunnya yang akan datang agar bisa lebih istimewa lagi, sedangkan untuk kado yang aku berikan memang sedikit menguras isi dompet ku namun pilihan ku untuk membeli kado tersebut bukan semata-mata aku ingin menghamburkan uang. Namun karena sebelum inipun aku pernah memberinya kado yang sama akan tetapi telah rusak. Dan teringat oleh ku saat kunjungan ke dua ku ke kota itu aku sempat berkata akan memperbaiki atau menggantinya. Dan karena perkataan yang sudah terlontar itulah aku kembali memberinya kado yang sama. Sedangkan untuk cara pemberiannya aku lebih memilih menitipkan semua surpraise ini karena ia sempat berpesan pada ku yang kemudian membuat surut semangat ku, namun alhamdulillahnya proses shooting bahkan persiapan surpraise tidak berhenti ditengah jalan hanya karena sebuah perkataan yang menyayat hati.
Tak ada hal lain yang dapat aku lakukan selain dari apa yang aku berikan saat ini. Namun dari semua yang aku berikan tetap hanyalah doa yang senangtiasa menyertai setiap pelangkahan mu.
Dan banyak terimakasih aku ucapkan untuk semua pihak yang telah ikut menjadi bagian dari surpraise ku ini. Teman-teman, abang-abang, kakak-kakak, mama, papa, dan adik ku Rais terimakasih banyak sudah ikut menyumbang ucapan yang meskipun hanya berdurasi beberapa detik namun sangat berarti untuk ku. Papa dan mama yang sudah mau aku ganggu jam kerjanya langsung hanya untuk meminta video ucapan selamat ultah, adik ku Rais yang baru pulang dari Bandung harus aku sibukkan lagi dengan video ucapan, kakak dan abang rekan-rekan sekalian yang sudah mau membantu ikut mengirimkan ucapannya melalui line ku terimakasih banyak, ada yang merekam saat jam kantor, jam mengajar, saat bersantai, saat liburan dan juga terimakasih untuk diri ku sendiri yang tetap kuat dan sehat beberapa bulan ini dalam menyelesaikan surpraise ini sehingga aku bisa langsung ke Padang untuk membeli kado ya walaupun alasan awal ke Padang untuk mengajukan judul namun apalah daya untuk yang kesekian kali judulpun tak diacc lagi tapi aku tetap bersemangat mengunjungi kota itu ditengah-tengah jadwal PL ku karena sambil-sambilan membeli hadiah ulang tahun itu. Dan yang paling penting big thanks to allah SWT karena beliau telah melimpahkan perasaan cinta dan kasih sayang nan maha dasyat besarnya pada diri ku untuk kekasih hati ku partner terhebat ku abang ku, sehingga apa yang aku kerjakan untuknya selalu terasa mudah, iklas dan tanpa beban dihati ku. Nenek ku tercinta terimakasih juga karena telah mengizinkan aku ke Jambi untuk mengantarkan langsung semua surpraise ini pada tempat penitipan. Dan mamak ku, sahabat ku yang telah memberikan aku tumpangan tempat bermalam, dan telah mengajak aku jalan-jalan, menghibur kepiluan ku, dan mencoba membahagiakan perjalanan ku kali ini terimakasih banyak. Semoga kalian semua dilimpahkan kesehatan dan rizki yang cukup juga dan yang terpenting aku selalu berdoa semoga tidak ada seorangpun yang berada sama seperti diposisi ku agar tidak ada yang merasakan apa yang aku rasakan. Amin yra.

Selasa, 08 November 2016

ToLoes




Aku kehilangan matahariku, cahayanya redup diujung mata ku, sudah tak lagi menyinari relung hatiku, dan mulai terasa jauh dari jangkauan ku. Padahal kita pernah dekat seperti jantung dan nafas seperti urat dan nadi seperti tak akan terpisah sampai nanti, kita pernah membangun mimpi yang menyemangati hari-hari, namun saat ini kita harus disadarkan oleh waktu yang berlahan berlalu yang menelan segala kenangan. Sekuat hati, aku berusaha untuk mengiklasi, melewati hari-hari dengan sepi, namun semakin aku memaksa diri rasanya semakin sulit untuk aku jalani. Pernah merasa  ketika dimana lapar tapi kehilangan selera untuk makan, mengantuk tapi tak tau bagaimana caranya memejamkan mata, ingin ini dan itu tapi tak ada fokus lagi, pernahkah merasakan hal semacam itu? Dan aku merasakannya saat ini. Tak mudah memang, berdiri sendiri diatas kaki ini, tak jarang aku terjatuh dan terhempas kuat dari kesanggupan ku sendiri. Tapi aku tak pernah takut untuk bangkit. Hingga tibalah saatnya aku berfikir panjang untuk kesedihan ini. Sekarang aku mulai mengerti mengapa berlahan dirimu menjauhiku, menyingkirkan semua sosial media ku, tak merespon sms dan telepon ku, tak menghiraukan aku saat jauh-jauh mengunjungimu, mengapa anniv bukan lagi menjadi moment yang dinanti, mengapa saat bertemu kamu tak berani menatap mataku, mengapa aku bukan lagi menjadi alasan untuk kamu tinggal dan bertahan disini dalam waktu yang lama, mengapa kamu terlihat begitu betah berada jauh dariku, dan mengapa keberadaan ku tak lagi bisa terlihat oleh mu, lalu tiba-tiba aku teringat sebotol propolis yang kamu perlihatkan pada ku hari itu dan sekarang aku mengerti! Sungguh ini bukan kebosanan biasa yang aku lihat darimu. Ya, beberapa kali aku pernah berada diposisi itu, tepatnya bukan aku melainkan orang-orang sebelum kamu yang memilih melepaskan aku untuk hal semacam itu, rasanya aku seperti mengulang kesedihan yang sama.
Aku berusaha mendewasakan diri, mencoba untuk tidak lari begitu saja dari sesuatu yang mungkin sudah tuhan takdirkan tidak lagi bersama ku. Aku mengejarmu mencoba mencari tahu apa kesalahan ku dan apa yang merubah mu bahkan hingga jauh langkah ku. Malam, sepi, sendiri, jauh, dan sunyi tak lagi jadi masalah saat aku harus mengunjungimu. Takkah kamu lihat bagaimana usaha ku atas tulusnya kecintaan ku kepada mu? Tapi yang aku temukan justru kebahagiaan mu, ya kebahagiaan mu tanpa aku. Sudah lama rasanya aku tak melihat senyum seindah itu dari mu saat bersama ku, bahkan kita sudah tidak pernah lagi melalui tempat-tempat yang berbeda berdua. Aku melihat kamu menikmati hari-harimu tanpa aku, kamu bisa tersenyum, tertawa, bermain kesini dan kesana, melakukan rutinitasmu seperti biasa,  sedangkan aku dari bangun hingga tidur ku waktu hanya habis untuk memikirkan mu, bahkan belakangan kamu semakin sering muncul dimimpi malam ku dan menjadi perbincangan yang paling sering aku ceritakan pada tuhan ku seolah tak ada waktu yang aku lewati tanpa mencintaimu namun masih tak bisa percaya dengan kalimat singkat yang bernama bosan itu. Tapi aku harus menyembunyikan kesedihan itu darimu, aku masih berusaha tertawa, tersenyum saat kamu mencoba menelepon ku tanpa kamu tau betapa remuknya hati ku harus menutupi kesedihan itu dan berpura-pura baik-baik saja dihadapan mu. Kamu begitu jahat dengan pribadimu, seolah tak cukup kamu telah menduakan perasaan ku, menghianati ketulusan ku hingga harus kamu pampang disosial media mu untuk menyakiti perasaan ku. Jika memang itu tujuan mu, kamu berhasil matahari ku. Ditengah sulitnya perjuangan didalam rumah ku, ditengah sulitnya perjuangan disemester tua ku, kamu hadirkan kesulitan lain kepada ku. Kamu jatuhkan asa ku, kamu putuskan pengharapan ku, kamu hilangkan semangat ku, kuncup bunga yang mulai mekar itu kini layu kembali. Ini mungkin bukan kali pertama yang kamu lakukan pada ku, jika selama ini kamu selalu memilih ku memang tak adil rasanya jika aku terus meminta mu untuk memilih ku, karena ku akui kali ini ia yang bermain diantara kita lebih dari pada aku, dari usia ia jauh lebih muda dari ku, dari keluarga, keluarga ku tak ada apa-apanya, dari harta ia melimpah ruah dari ku dan fisikpun ia lebih dari ku, pantas mungkin untuk kali ini kamu memilihnya, sedikitpun aku tak dendam pada mu hanya saja aku bersedih melihat cara yang kalian berdua lakukan pada ku, apa salah ku, bahkan menurut ku dirimulah yang sudah sangat bersalah kepada ku. Gajah dipelupuk mata tak terlihat oleh mu dan justru semut diseberang lautan yang terlihat oleh mu. Saat ini aku menjadi sosok yang selalu salah untuk mu padahal kita telah melalui waktu yang lama bersama, bahkan itu seperempat dari usia ku, namun seolah kamu tak mampu memahami pribadi ku. Aku hanya bisa diam, tersenyum dan berhenti mencari mu, meski kendati aku tak pernah bisa berhenti memikirkan mu, memikirkan semua ketegaan mu kepada ku, karena sebagai seorang wanita normal yang teramat tulus mencintai mu aku akui aku cemburu. Mungkin kamu senang dikejar, namun mungkin juga kamu tak merasakan lelahnya mengejar, aku takut kamu terlalu senang berlari, sampai lupa aku telah berhenti jauh-jauh hari.
Aku bercerita banyak hal tentang kesedihanku pada orang-orang terdekat ku akan tetapi tak satupun yang bisa menenangkan aku, namun ketika aku menceritakan semua pada tuhan ku ia seolah menjawab petanyaan panjang ku, aku bersyukur karena tuhan ku tak pernah meninggalkan ku dalam bagaimanapun keadaan ku, meski aku hanya bisa mengadu pada tuhan ku, mengerjakan sesuatu yang tak tampak oleh mu, tak henti aku berdoa, meminta dan bertanya atas kesedihan ku, hingga tuhan membukakan mata hati ku ia menyadarkan aku bahwa sebenarnya aku terlalu berharap kepada mu. Tuhan ku cemburu kepada ku, hingga ia timpakan ke atas ku pedihnya sebuah pengharpan itu. Kini kamu terlihat kokoh dengan egomu, sedangkan aku tak berdaya melunakkan hatimu, aku tersingkirkan oleh sabar dan ketulusan ku sendiri. Sepertinya aku memang harus merelakan mu dengan hal yang membuat mu pergi. Hari ini kamu telah menanamkan segala luka. Kelak, entah kapan, percayalah, bisa jadi yang kamu perjuangkan dengan cara seperti itu, menjadi menyebalkan dan menghempaskan mu melebihi dari apa yang kamu lakukan pada ku. Barangkali kamu melupakan sesuatu hal. Mencari kebahagiaan dengan merusak kebahagiaan orang lain adalah hal yang tak akan bertahan lama. Pada saatnya kamu akan mengerti dan menyesal atas apapun yang membuat mu tergoda. Yang nyatanya hanya bentuk lain dari luka yang sebenarnya. Hari ini mungkin aku belum bisa berhenti memikirkan semua kenangan besar yang telah kita lalui bersama karena bagaimana mungkin aku bisa menjadikan semua kenangan sebagai masa lalu sedangkan aku pernah menjadi bagian dari kenangan itu, namun aku yakin suatu hari akan ada saat kamu yang merindukan aku, bukan merindukan hal terbesar seperti kerinduan ku pada mu melainkan kerinduan atas hal terkecil dari aku yang tidak akan kamu temukan pada siapapun selain aku, ntah hanya sekedar cara ku menyapa mu, mengirimkan mu stiker line dan bbm, ataupun sekedar cara ku memahami waktu mu dengan membatasi diri menghubungi mu, dengan semua pengertian dan kesebaran ku atas setiap carutan yang kamu lontarkan kepada ku, atau bahkan dengan hal yang paling sederhana dari ku yaitu dengan nama mu yang selalu aku sematkan disemua sosmed ku, dengan cara ku menghargai mu sebagai laki-laki ku, suatu hari kamu pasti merindukan itu.
Barangkali selama ini cara ku salah dalam menghadapi situasi ini, aku selalu berusaha meyakinkan mu atas perasaan ku dan hari ini aku mulai merevisi semua cara itu dengan meyakinkan diriku sendiri bahwa sebenarnya kamu sudah sangat tau jika aku begitu tulus mencintai mu, karena dengan begitu setidaknya aku akan merasa sedikit tenang terlepas bagaimana kamu menjaga kepercayaan yang aku titipkan kepada mu. Kesalahan lain ku adalah aku selalu menyalahkan diri ku atas ketidak sempurnaan ku, aku bertanya pada teman-teman ku bagaimana aku menurut mereka. Hampir setiap orang yang datang menghampiri ku selalu aku lontarkan pertanyaan yang sama “apakah aku cantik? Adakah ada yang bisa menerima ku setelah ini, menerima semua kekurangan ku? Adakah yang bisa dengan tulus mencintai ku nanti?” Tapi mereka semua justru menjawab hal berbeda dari pertanyaan ku “pribadi mu baik indah, hati mu lembut, sabar, dan tegar, semua adalah sesuatu yang tak banyak orang lain miliki selain kamu, laki-laki akan sangat membutuhkan pendamping seperti mu” terketuk pintu hati ku tersadar oleh ku bagaimana buruknya perlakuan mu pada ku sudah sedari awal kamu mengenal ku. Lalu timbul pertanyaan lain ku pada teman-teman ku “menurut kalian apakah dia akan sadar dan berubah?” Tapi untuk pertanyaan ini semua menjawab bahwa “dia manusiakan? Manusia punya perasaan dan fikiran, akan ada waktunya untuk semua pertanyaan yang timbul difikiran mu itu Indah” aku tak mengerti mengapa kedua pertanyaan ku di jawab mereka dengan analisis yang berbeda. Tapi aku dapat menyimpulkan bahwa bagaimanapun aku baik dan buruknya aku tuhankulah yang maha tau dan aku yakin diluar sana ada banyak laki-laki yang lebih bisa menghargai ketulusan cinta ku, laki-laki yang  lebih menginginkan wanita yang memiliki kesabaran seperti aku. Diri mu sudah sangat keterlaluan pada ku, kamu hanya keras dengan argument mu tanpa mau mendengar sepatah katapun dari argument ku, tanpa sebab yang jelas kamu utarakan kata-kata yang memporak porandakan hati ku. Tak kah kamu tau diri ku baru saja ingin bangkit dari keterpurukkan ku, tapi sampai hati mu mematahkan semangat ku. Kamu hancurkan semua pengharapan yang telah aku gantung tinggi kepada mu. Kamu musnahkan semua harapan itu, kamu patahkan semangat ku. Kata-kata mu tajam, dan sangat menyakiti perasaan ku. Tak pernah kamu berbaik ucap kepada ku selalu kamu caruti aku sesuka mu tak perduli dimana lokasi ku dan sedang dalam keadaan apa aku. Kamu begitu kasar dengan semua pribadi yang percayalah tak akan ada seorangpun yang mampu menerima pribadi mu seperti aku menerima dengan tulus pribadi mu. Dan setelah ini aku tak akan menyibukkanmu lagi. Tak akan ada lagi yang membangunkan mu saat kamu harus bangun pagi-pagi untuk kuliah pagi, yang mengingatkan untuk cepat tidur saat malam tiba, yang mengingatkan jangan pulang main terlalu larut, yang menceramahi hobi game mu, yang menyuprisekan hari-hari special mu, tak akan ada lagi yang mencari mu ke warnet saat orang tua mu mencari mu pada ku, tak akan ada lagi aku tempat kamu mengadu pilu, tak akan ada lagi suara ku yang menyapa setiap pagi, siang, sore, dan malam mu, tak akan ada lagi yang mengingatkan makan mu, mengajak mu sholat bersama ku, tak akan ada lagi yang begitu menghawatirkan mu ketika sakit mu, tak akan ada lagi yang memaksa kamu meminum obat ketika sakit, yang mengantarkan makanan saat sama-sama kesusahan, yang meminjamkan mu motor saat motor mu rusak, yang selalu ingin kamu baik-baik saja dan berusaha menjadikan pribadimu lebih baik, tak akan ada lagi yang dengan iklas mengantarkan dan melepaskan mu untuk LDR ke bandara dan loket demi masa depanmu yang lebih baik disana, Tak akan ada lagi. Hari ini mungkin kamu masih ingin bersenang-senang dengan dunia mu, tapi suatu hari nanti, esok, lusa, dan ntah kapan akan ada saatnya kamu menyadari betapa segala yang aku lakukan ini bukan untuk mengusik ketenangan dan kesenangan mu melainkan wujud nyata dari ketulusan ku untuk menjadikan kita berdua pribadi yang baik dan sama-sama lebih baik, dan akan ada saat kamu akan menyadari betapa segala tindakan mu pada ku sudah melebehi batas kesabaran mu namun aku tetap sabar menghadapimu, betapa keegoisan mu sudah sangat menyakiti hati seorang perempuan yang berlindung kepada mu. Terbanglah merpati terbaik ku, karena yang terbaik pasti akan pulang! Bahagialah, namun kamu harus tau bahwa ada seorang wanita yang telah larut dalam kesedihannya berbulan-bulan ditengah kebahagiaan mu. Setelah ini aku mungkin hanya akan kehilang sosok yang tidak pernah mencintai ku, tapi kamu, kamu telah kehilangan sosok yang dengan tulus mencintai mu! Sesak memang, bahkan terasa begitu sesak dihati ku untuk setiap harinya, aku seperti kehilangan semangatku, tapi kita tak dapat menebak waktu, hari ini mungkin aku tak bisa terlihat dimatamu karena posisi yang menyulitkan langkahku ku, tapi esok tak ada yang bisa memastikan jika keadaan masih akan sama. Aku harap kamu tetap baik-baik saja meski tanpa aku hingga tuhan menyadarkan mu, maka carilah aku!

Senin, 17 Oktober 2016

Proposal Skripsi Edisi Revisi

Hy hy selamat hari selasa, ini postingan telat tayang sehari loh, seharusnya dipost kemarin tapi karena ada sedikit kendala jadi ngepost hari ini. Mau tau kenapa? Simak yuk.
Semingguan ini terhitung dari tanggal 09.10.2016 aku kembali mengunjungi kota Padang. Why? Yak aku lagi proses perbaikan judul nih, flashback sedikit kira-kira 3 bulanan lewat aku sempat post mengenai judul perdana yang aku ajukan dan ternyata eng i eng belum rezekinya, gak papah, yang diatas masih bilang try again aku pasti bisa, maka tumbuhlah niat baik ku untuk kembali memulai lagi berkutak dengan buku-buku di perpustakaan daerah, perpustakaan kampus dan ruang baca kampus. Tapi karena semester ini adalah jadwal PL ku maka sebelum ke Padang terlebih dulu aku sudah membicarakan tentang keberangkatan ku ini pada guru pamong. Tak mau menyia-nyiakan waktu yang hanya seminggu saja, maka jauh-jauh hari aku sudah mengatur schedule, mencatat semua rute yang akan aku singgahi dan aku datangi selama di kota Padang, rata kira-kira 80% dari schedule awal sudah terlaksana, semuanya bisa dicek dibuku catatan ku.
Start tanggal 08.10.16 malam aku otw berangkat meninggalkan Kota Sungai Penuh menuju kota Padang, keesokan harinya aku sudah kembali menginjakan kaki ke nagari Malin Kundang itu. Sehari itu aku manfaat kan untuk berkunjung ke pusat perbelanjaan yang sejak awal memang sudah masuk dalam schedule ku. Next day pagi tanggal 10.10.16 aku kedatangan tamu dari Kerinci, kakak sepupu ku datang untuk berobat dan hari itu juga aku sengaja mengosongkan schedule untuk menemani kakak ku itu cek up ke salah satu RS di Kota Padang ini. Selesai cek up lanjut malam selesai magrib kakak ku sudah harus meninggalkan kota Padang. Dan pada 11.10.16 aku kedatangan tamu lagi neh, tapi kali ini tamu yang datang adalah tamu dari LA, tak lain dan tak bukan teman seperjuagan ku walaupun beda perkuliahan. Ia bermalam di kontrakkan ku selama 5 hari hingga tanggal 15.10.16. Sementara aku sambil-sambilan masih tetap menyibukkan diri pada tumpukan buku-buku di ruang baca dan perpustakaan. Alhamdulillah 13.10.16 judul yang akan aku ajukan rampung dan sudah bisa dikumpulkan. 15.10.16 teman ku sudah harus kembali ke LA lagi. Dan akupun segera membeli tiket untuk keberangkatan ku kembali ke kota Sungai Penuh pada tanggal 16.10.16 malam mengingat aku harus kembali mengajar dan  agar bisa hadir mengikuti UPB senin itu. Namun apalah daya sebuah bencana menimpa.
Malam itu aku beranjak meninggalkan koa Padang bersama dosen pembimbing PL ku yang akan meninjau kegiatan PL ku di sekolah. Mobil sudah cukup cepat menjemput, kira-kira pukul 18.30 sudah start meninggalkan kontrakan. Alih-alih ingin sampai pagi di Kota Sungai Penuh yang ada malah dipertemukan dengan longsor sehingga membuat aku harus bermalam di lokasi sekitar longsor, timbunan material berserakan di jalan lintas Padang Setinjau. Hal ini membuat kendaraan tak bisa lewat satupun. Saat itu ketika sampai di Setinjau kira-kira jam menunjukkan pukul 22.00. Aku terpaksa harus menahan lapar dikarenakan kami sedang terjebak dalam bencana longsor ini. Hingga pada paginya aku mulai merasakan lapar yang luar biasa dan membuat aku berinisiatif untuk turun dari mobil dan mencari warung alhamdulillahnya masih ada yang bisa dimakan walau sekedar untuk mengganjal perut saja. Jam 02.30 petugas keamanan sekitar bencana mengabarkan jika jalan sudah bisa dilewati. Supirpun tentu langsung meninggalkan lokasi namun belum lagi jauh beranjak jalanan kembali dimacetkan oleh tumpukan kendaraan. Hal ini tentu semakin membuat lambat perjalanan yang harus dilewati. Kira-kira sekitar pukul 13.00 aku dan dosen pembimbing PL mulai memasuki Kerinci Kayu Aro. Karena menimbang keesokkan harinya dosen pembimbing ku sudah harus berada di kampus lagi untuk mengajar maka akupun berusaha menghubungi rekan-rekan PL ku yang saat itu berada disekolah. Bagaimanapun caranya aku mengusahakan agar dosen pembimbing ku dapat bertemu dengan kepala sekolah dan guru pamong sore itu juga. Dan Alhamdulillah sesampainya di rumah sekitar pukul 14.30 aku dan dosen segera bersiap-siap untuk mengunjungi sekolah pada pukul 15.00. Karena seperti kesepakatan awal rekan-rekan PL ku berhasil meminta kepala sekolah untuk menunggu kedatangan kami hingga pukul 15.00. Sungguh luar biasa, aku seperti berkejaran dengan waktu. Tapi alhamdulillahnya semua apa yang direncanakan sudah terlaksana. Hingga pada malam harinya dosen pembimbing ku sudah harus kembali berangkat meninggalkan kota kecil ku ini menuju kota Padang.
Banyak syukur dan terimakasih ku pada Allah SWT karena masih memberi kemudahan pada ku walau setelah kesulitan ku. Dan banyak terimakasih juga aku ucapkan untuk dosen pembimbing PL ku yang sudah meluangkan waktu untuk berkunjung ke kota kecil nan jauh dari kota Padang ini serta banyak maaf sudah membuat ibuk khawatir karena sempat terjebak diantara longsoran yang mengharuskan bermalam hingga pagi di Setinjau. Namun dengan semua apa yang terjadi perjalanan ku jadi punya cerita dan pengalaman berharga.

Selasa, 13 September 2016

Aku Jatuh Cinta Lagi



 

Terhitung sudah dua bulan lebih aku mengajar disekolah itu, aku sudah bisa beradaptasi dengan lingkungan baru ku, terlebih dengan siswa dan siswi ku. Mereka terlihat mulai nyaman dengan keberadaan ku. Berlahan akupun ikut larut dengan dunia ku; dunia baru bersama orang-orang baru itu. Ya, aku jatuh cinta lagi, sebuah rasa yang aku kira tak akan pernah singgah lagi kepada ku. Aku jatuh cinta lagi pada mereka yang membuat aku mempunyai alasan untuk tidur malam lebih cepat dari biasanya, aku jatuh cinta lagi pada mereka yang membuat aku bersemangat untuk bangun lebih pagi dari biasanya, aku jatuh cinta lagi pada mereka yang menghargai ku dengan cara yang sederhana. Dan mereka adalah siswa siswi ku. Yang setiap hari bersama ku dan menjadi alasan aku untuk lebih kuat, lebih tegar dan lebih sabar lagi.
Tak ku pungkiri namanya anak-anak tentu tak semua yang sedewasa yang aku harapkan. Dari sekian banyak siswa siswi mungkin hanya beberapa yang mau diarahkan oleh ku, yang bisa diam dan fokus saat aku mengajar dan menerangkan, tapi dari yang beberapa itulah aku merasa ada, merasa berguna, dan aku merasa tak sia-sia ibu menguliahkan aku pada universitas itu. Sesungguhnya tak perlu dengan cara yang mewah dan wah jika ingin merasa bahagia. Selama ini aku terbiasa membahagiakan diri ku dengan semua hobi-hobi ku. Traveling, eating, hunting aku mengabiskan banyak uang hanya untuk mencari kebahagiaan, namun ternyata tak perlu melangkah sejauh itu. Cukup hanya dengan bersama mereka orang-orang baru itu aku sudah sangat merasa bahagia.
Ntahlah, akupun bingung apa yang aku fikirkan ini sehingga menjadikan mereka sebagai tombak kebahagiaan dan semangat ku saat ini, tapi yang jelas bersama mereka aku seperti dibawa larut dengan kerinduan akan keluarga ku sendiri, dengan papa, mama dan adik laki-laki ku yang seusia mereka, dengan semua yang berlahan telah melangkah menjauh dan pergi dari ku. Tapi ternyata dari semua masalah, kesulitan dan ujian tuhan masih sangat menyayangi ku seolah tak perduli dengan banyaknya dosa pada diri ku. Sebab ia masih sudi melimpahkan kebahagiaan yang luar biasa kepada ku dengan cara yang sesederhana ini.
Dan bagaimana mungkin aku tak jatuh cinta lagi, catuh cinta kepada mereka yang selalu menyapa pagi ku, mereka yang jika bertemu dengan ku bisa menyalami ku hingga lebih dari satu kali. Mereka yang suatu hari sempat menyapa lembut lamunan panjang ku. Sedikit bercerita. Hari itu usai ulangan harian, aku terdiam sejenak dalam pemikiran panjang atas lamunan masalah yang berseteru didalam batin ku. Aku mencoba menyeimbangkan kondisi dengan situasi ku, namun ternyata gemelut batin ini justru terbaca oleh salah seorang siswi ku. Aku lupa siapa namanya yang jelas hari itu dia telah membuka banyak hal dari dalam pemikiran ku. Ditengah usaha ku yang sedikit menesahi mereka karena mulai membuat fikiran dan perasaan ku menjadi semakin kacau. Maka datanglah seorang siswi menghampiri meja ku. Ia bertanya pada ku “ibuk sedang banyak masalah? Ibuk bersedih?” Akupun menjawabnya “iya, kenapa?” Dengan spontannya siswi ku itu mencoba sedikit untuk menguatkan aku “kami ada kata-kata untuk ibuk” “apa?” Tanya ku penasaran, “buk, apa yang membuat ibuk bahagia pertahankan, dan apa yang membuat ibuk bersedih tinggalkan” oh tuhan ini lah dia siswi kelas 1 SMA ku yang memilki pemikiran sedewasa ini. Mungkin apa yang ia ucapkan pada ku sudah cukup sering terbaca oleh aku bahkan kita semua di sosial media, tapi aku tak pernah terfikir untuk mencerna lebih dalam makna dari kata-kata semacam itu. Namun kali ini, luar biasa. Lagi-lagi aku hanya bisa terpesona pada semua scenario tuhan yang telah mempertemukan aku dengan mereka yang berhasil membuat aku jatuh cinta lagi dan bagaimana mungkin aku tak jatuh cinta lagi, pada mereka ini. Mereka yang sudah ada dalam sulitnya semester tua ku. Terimakasih sudah menjadi pelipur lara ku. Aku selalu mendoakan semoga semua yang hari ini aku ajari masa SMA nya suatu hari nanti kelak akan menjadi orang-orang yang sukses, berguna dan membanggakan keluarga. Amin.