Minggu, 12 Juni 2016

Siapa Yang Menabur Angin Akan Menuai Badai


Sekarang aku mengerti mengapa diatas dunia ini ada orang yang tidak melabuhkan hatinya sama sekali. Meskipun tuhan telah menggariskan jodohnya, namun ia enggan membuka hati bahkan untuk mencaripun ia tak mau. Hingga ia menghabiskan waktu dan menua sendiri. Mungkin karena diatas dunia ini ada sistem tabur-tuai. Apa yang ditabur dan itu yang akan dituai, siapa yang menabur angin tentu akan menuai badai, dimana seseorang akan memetik sendiri buah dari apa yang ia tanam dan penyesalan memang akan datang kemudian hari namun atas dasar cinta tidak ada sesuatu yang patut disesali. Kelamnya masalalu ternyata mampu membuat seseorang menutup hati serapat-rapatnya pintu. Mereka merasa segala kekurangan hanya miliknya, merasa tak ada yang dapat memahaminya. Dan sekarang mungkin akupun akan melalui itu. Tidak banyak yang akan mengerti mengapa. Sekarang baru aku tau bagaimana rasanya menjadi mereka, berada dalam situasi yang tiada pernah diinginkan oleh setiap wanita.
Aku yang membulatkan hati sebulat-bulatnya angka nol yang tidak memilki ujung. Aku yang memilih sendiri garis jodoh ku di luar garis jodoh yang tlah tuhan tentukan untuk ku, aku yang merasa sempurna bersamanya membuat aku mempercayai banyak hal kepadanya termasuk masa tua ku. Aku yang telah membulatkan tekat untuk hanya melabuhkan hati padanya dengan halal seusai S1 ku sepertinya itu hanyalah sebatas tekat yang juga tak berujung. Aku tak mendapatkan apapun hal yang dapat meyakinkan ku atas pengharapan ku, mungkin karena ia belum berani menjanjikan sesuatu kepada ku, namun yg ku mau bukanlah janji melainkan keyakinan hati. Keyakinan yang meyakinkan aku jika disini bukan hanya aku yang mencintai, berkorban, sabar, iklas, dan menanti. Sekarang aku mengerti mengapa menua sendiri menghabiskan hari dengan mengingat kenangan manis itu mampu membuat seseorang menutup rapat pintu hatinya. Sebab dengan seperti itu mereka hanya akan mengingat hal manis saja tanpa kembali mengulang kepahitan yg serupa.

Selasa, 07 Juni 2016

Marhaban Ya Ramadhan



Alhamdulillah, marhaban ya ramadhan, mohon maaf lahir dan batin. Ramadhan penuh berkah. Selamat berpuasa. Tak terasa sudah masuk bulan ramadhan lagi dan hari ini adalah hari kedua berpuasa. Selama aku kuliah di Padang biasanya setiap awal ramadhan aku selalu menyempatkan diri untuk pulang kampung dan sahur pertama bersama nenek dirumah. Selama ini menurut ku hal demikian adalah keharusan dan kebetulan selama ramadhan perkuliahan ku juga selalu diliburkan. Sama halnya kali ini, aku tengah libur kuliah, tidak ada kegiatan yang terlalu penting yang harus aku kerjakan disini, namun ramadahn kali ini aku memilih untuk tidak pulang kampung pada puasa pertama. Rasanya memang sedih sekali saat sahur dan berbuka puasa sendiri di negeri orang, apa lagi seisi kos ku ini semua tengah pulang kampung. Tapi ini adalah pilihan ku, semua aku pilih bukannya tanpa pertimbangan terlebih dahulu. Belakangan aku merasa tidak fit, keadaan ku tidak baik-baik saja, masalah dirumah dengan istri papa silih berganti datang laporannya kepada ku, masalah dalam hubungan ku juga tak kunjung usai bahkan memanjang, belum lagi jika aku pulang kampung aku akan merepotkan nenek, terlebih saat memasak. Maklum jika sudah dirumah dan ada yang mengurusi biasanya cenderung berat tangan untuk bekerja apalagi nenek juga tidak membolehkan aku membantunya. Dengan begitu aku yang merasa tidak enak. Selain itu aku juga tengah menimbang bahwa seusai lebaran nanti aku akan melaksanakan PL di kampung selama 5 bulan yang berarti akan lama lagi aku kembali mengunjungi negeri malin kundang ini, masih ada rasa sayang untuk beranjak dari sini walau hanya 5 bulan. Hidup ku mungkin memang sudah ditakdirkan untuk selalu kerepotan, tapi aku tidak mau jika sampai merepotkan orang lain. Memikirkan semua hal itu terkadang memusingkan ku. Aku tidak pernah percaya orang lain selain ibu jika untuk bercerita hal semacam itu. Untuk itu pulalah aku memilih berpuasa disini sembari aku juga menenangkan fikiran, karena disini aku merasa memilki dunia ku sendiri. Beban fikiran memang tengah menyulitkan ku belakangan ini, hal tersebut membuat ku kehilangan fokus.

Dan malam ini adalah hasil dari kepusingan ku belakangan ini. Aku terjatuh dikamar mandi, disaat aku baru selesai memasang lampu kamar mandi dan akan turun kelantai dari atas bak yang berjarak cukup tinggi. Masih terdapat cahaya dikamar mandi yaitu bayangan dari ruang tidur walaupun agak redup. Aku masih bisa melihat pijakan cukup baik saat naik, namun saat akan turun aku sampai salah memijak. Awalnya aku akan turun dengan menginjak closet tapi yang terpijak justru lantai dasar yang jaraknya jauh dari ketinggian ku diatas bak. Alhasil aku terjatuh, terbalik, dengan posisi kepala yang sampai kelantai duluan dan terlebih dulu kepala ku terbentur ke keramik dinding kamar mandi. Aku lupa posisi kaki ku bagaimana. Karena benturan yang cukup keras membuat aku syok dan panik apalagi saat aku memegang kepala bagian atas belakang aku merasa sudah tak sama rata lagi. Ternyata kepala ku benjol besar sekali dan sangat sakit. Aku meninggalkan kamar mandi dan berlari menuju ruang tidur, aku menangis sejadi-jadinya, aku takut ini membahayakan keselamatan ku. Benar-benar hilang akal ku bagaimana mungkin bak yang setinggi itu aku tak nampak jaraknya dengan lantai. Inilah aku jika terlalu banyak fikiran. Aku berfikir, sebegitunya aku dipusingkan oleh masalah-masalah ku hingga aku kehilangan fokus ku. Dan untungnya aku tidak mengalami patah tulang. Orang pertama yang aku hubungi adalah kekasih ku. Karena aku tau ia tak akan langsung mengangkat telepon ku, akupun mengirimnya sms terlebih dulu. Aku sampai mengagetkannya tadi, dalam isak ku, aku bercerita padanya dan dari intruksinyalah aku langsung mencari batu es dan mengompres kepala ku. Tapi ternyata aku juga merasakan sakit pada bagian lain yaitu pinggang, kaki, dan tangan ku, semua tampak memar dan bengkak. Ceroboh sekali aku malam ini, semoga keadaan ku cepat membaik.

Senin, 23 Mei 2016

Holiday, Have a nice day


 Hy what up gengs. Bagaimana liburan kalian, apa sudah memasuki libur minggu tenang, sedang ujian, atau sudah mulai libur semester? Dikampus ku saat ini akan diadakan ujian akhir semester (UAS). UAS dikampus ku terjadwal akan dimulai pada hari ini yaitu tanggal 23 Mei 2016. Namun untuk kelas dan jurusan ku mendapatkan jadwal ujian yang dimulai pada tanggal 24 Mei 2016. Itu berarti aku memiliki kesempatan sebelum UAS dimulai untuk menulis laporan panjang mengenai libur minggu tenang ku yang baru saja selesai hari ini.
            Seperti ujian-ujian sebelumnya, pihak kampus ku selalu memberikan mahasiswanya waktu libur selama seminggu sebelum melaksanakan UAS, libur yang diberikan selama seminggu ini dinamakan minggu tenang, tujuannya agar mahasiswa bisa lebih rileks ketika menghadapi UAS nantinya juga agar mahasiswa memilki waktu tambahan untuk mempelajari kembali materi perkulihan yang akan di ujiankan. Namun sayangnya, tujuan utama dari libur minggu tenang ini sering di miringkan sedikit fungsinya oleh mahasiswa, salah satunya untuk liburan, walaupun mereka membawa buku dan tugas-tugas berlibur, namun karena rentang waktu libur yang cukup lama sehingga banyak dari mahasiswa yang memilih untuk membawa buku dan tugas-tugas akhir ke kampung alias pulang kampung. Namun hal ini tidak berlaku untuk ku. Seperti liburan yang sudah-sudah aku lebih memilih untuk tidak pulang kampung ataupun mengunjungi orang tua ku dan justru mengisi waktu libur dengan menyalurkan hobi traveling ku. Hal ini juga telah menimbang banyak hal yang mungkin sebelumnya juga telah aku singgung sedikit pada postingan ku sebelumnya. Reread ya gengs.
            Jadi, untuk libur kali ini aku masih memilih lokasi liburan yang sama seperti yang pernah aku posting sebelumnya yaitu Muara Bulian – Jambi. Ada beberapa hal yang membuat aku kembali mengunjungi kota itu. Beberapa dintaranya adalah karena kekasih ku berada di kota itu dan sedang disibukkan dengan pekerjaannya yang aku rasa tidak memungkinkannya untuk mengunjungi ku disini, lagipun sudah tiga bulan ini aku dan kekasih ku tidak bertemu. Terakhir bertemu adalah ketika aku mengunjunginya ke Muara Bulian – Jambi ketika libur semester pada Februari lalu, selain itu rasanya rindu memang tengah menggebu, apalagi aku memang tengah membutuhkan orang-orang terdekat untuk menyemangati dan menguatkan ku saat ini. Ada posisi sulit yang aku tempati di kampus maupun dirumah saat ini, selanjutnya aku juga menimbang saat ujian selesai nanti adalah H-4 ramadhan sehingga tak memungkinkan ku mengunjunginya pada saat ramadhan, selain tak lumrah rasanya berkunjung ketika ramadhan teman yang menampung kedatangan ku disanapun telah libur kuliah dan pastinya pada saat ramadhan ia sudah berada di kampung, dan juga aku tidak yakin kekasih ku itu mau untuk pulang kampung saat puasa dan lebaran terlebih jika harus berlama-lama di kmpung, kesimpulan ini aku ambil dari kata-katanya pada ramadhan tahun lalu. Selesai lebaranpun aku akan disibukkan dengan kegiatan PL ku selama lima bulan di kota Sungai Penuh, penyebab berikutnya adalah diskomunikasi yang semakin tak bisa terkontrol didalam hubungan kami. Kesibukan masing-masing sudah membuat diskomunikasi semakin tidak masuk akal lagi.
Tak seperti liburan ku sebelumnya, liburan kali ini kekasih ku tengah disibukkan dengan pekerjaannya, dengan rutinitasnya, dan dengan teman-temannya. Jauh-jauh sebelum keberangkatan ku kekasih kupun sudah memberi tahu ku tentang kegiatan yang benar-benar tak bisa ia tinggalkan. Memang jadwalnya saja yang bentrok dan akupun sudah menerka kemungkinan buruk apa yang akan terjadi jika aku tetap memaksakan diri untuk mengunjunginya. Yaitu tidak akan ada kesempatan untuk quality time dalam masa liburan ku. Dan ternyata semua yang aku prediksikan benar. Tapi tak apa karena aku juga mengerti bahkan jauh-jauh hari sebelum kunjungan ku ke sanapun aku sudah menerka apa yang akan terjadi, walaupun demikian aku senang bisa bertemu dengannya, lama sudah kami tak bertemu. Bukan hanya sekedar untuk melepas rindu yang aku rasakan saja kedatangan ku kali ini juga bertujuan untuk membuatnya bahagia bisa bertemu dengan ku di sana tanpa harus aku menyibukkannya untuk datang ketempat ku ini yang mungkin justru akan sangat menganggu pekerjaannya. Ya semoga saja seperti kebahagian ku, kekesih ku itu juga merasa bahagia yang serupa karena bisa bertemu dengan ku 4 hari ini.
            Kali ini memang tidak ada cerita yang bisa aku post hari per hari seperti cerita sebelumnya, karena memang tidak ada hal yang terlalu berkesan yang bisa aku ceritakan, salah satu yang mungkin bisa aku ceritakan adalah kebahagiaan ku bisa bertemu dengannya, tak perduli berapa lama, tak perduli di tempat yang seromantis dan seindah apa, yang jelas aku bahagia. Walau sebenarnya aku benar-benar tak enak telah menganggu waktunya, tapi terus berharap ia akan datang ke kota ini, menemui ku, dan mengetuk pintu rumah ku, aku rasa adalah ketidak mungkinan yang selalu aku mungkinkan dengan banyak harapan dan mimpi-mimpi ku salah satunya dengan membuka pintu rumah hampir setiap hari berharap ia datang mengunjungi ku. Aku rasa ini hanya efek rindu saja sehingga membuat aku menjadi perempuan yang melankolis dan sedikit dramatis saat rasa rindu mulai menggebu. Dan bukankah kekasih ku itu juga merindukan ku namun tak berlebih-lebihan seperti rindu ku dan ia masih kuat menjaga rindunya dan seharusnya aku juga bisa baik-baik saja menjaga rindu ku. Loh kenapa jadi larut dalam kesedihan bukankah aku akan bercerita tentang liburan yang indah? Baiklah, ini bagian yang sedikit bisa menghibur ku selama liburan berlangsung.
            Pada hari pertama aku berada disana aku sempat menghabiskan waktu beberapa saat bersama kekasih ku itu, dan hari kedua aku hanya bersantai di rumah saja, akupun juga telah menceritakan kemungkinan terburuk yang akan aku terima di sana karena aku memaksakan diri berkeras kepala untuk berlibur kesana. Karena hal itulah membuat teman ku yang baik hatinya merasa kasihan kepada ku. Ia pun mengajak ku mengujungi kota Jambi pada hari kedua aku berada di sana. Kami beranjak meninggalkan Muara Bulian sekitar pukul 13.00 dengan menggunakan motor yang dibawa sendiri oleh teman ku saat pergi, namun saat pulang akulah yang membawa motor itu, luar biasa nekatnya. Karena saat berangkat dari rumah masih sangat siang, dan jalanpun tidak begitu ramai membuat teman ku bisa melajukan motornya dengan kecepatan 70-80km/jam. Cukup cepat karena aku biasanya membawa motor hanya dengan kecepatan 40-60km/jam. Saat berangkat ke kota Jambi kami memilih jalan alternatif yang dapat menghematkan waktu selama perjalanan, sehingga kami memilih melewati jalur perkebunan kelapa sawit, aku tak tau apa nama jalannya, namun jalan yang kami lewati ini cukup bagus, selain beraspal, jalan yang kami pilih ini juga tidak begitu ramai. Hanya saja rutenya yang sedikit menakutkan untuk ku karena yang terlihat di sisi kanan kiri ku hanyalah perkebunan kelapa sawit yang sepi. Aku hanya takut jika ditengah jalan terjadi sesuatu pada kami atau pada motor kami, namun Alhamdulillah siang itu hanya membutuhkan waktu 45 menit kami sampai di kota Jambi dengan selamat. Berikut adalah foto perkebunan kelap sawit yang cukup menguji nyali ku.

            Sesampai dikota Jambi kami langsung bergerak menuju Taman Anggrek Sri Sudewi yang terletak di jalan A. Yani, Telanaipura, Jambi tepatnya di depan kantor gubernur kota Jambi. Bagi kalian yang memang tidak tau sama sekali lokasi saat bepergian, kalian bisa menggunakan google map pada android untuk mencari arah jalan seperti yang kami gunakan hari itu hehe. Sesampainya di taman anggrek kita akan di suguhkan dengan bunga-bunga anggrek yang luar biasa indahnya (sedikit lebai, efek kesenangan sama bunga). Pada saat kami berkunjung kebetulan tengah dilakukan renovasi pagar pada setiap bagian bunga. Disana aku dan teman ku menghabiskan waktu untuk menikmati suasana dan pemandangan di selingi dengan penyaluran hobi ku yaitu berfoto. Hehe. Kira-kira satu jam-an kami berada di sana.

Karena melihat cuaca sudah mulai mendung kamipun meninggalkan taman anggrek dan bergegas menuju pusat perbelanjaan “Jamtos” namun sebelum kami sampai di Jamtos hujan sudah lebih dulu turun dengan derasnya. Sehingga membuat kami sedikit kebasahan. Sesampai di Jamtos kami beranjak menuju lantai 3 untuk mencari tempat makan sekaligus sedikit melepas penat karena perjalanan jauh yang baru saja kami lewati.

            Hampir satu jam kami berada di Jamtos dan haripun sudah menunjukkn pukul 16.00 sore. Selesai di Jamtos kami melanjutkan perjalanan menuju salah satu tempat yang cukup bagus untuk di jadikan objek foto. Yaitu taman jomblo. Eits bukan karena namanya taman jomblo lalu tempat ini hanya untuk para jomblo ya gengs. Kami sempat kesulitan saat mencari lokasi tujuan kami yang satu ini, sempat menggunakan google map namun karena benar-benar tidak tau arah jalan kami sempat tersesat, ya inilah akibatnya jika bepergian hanya bermodal nekat. Aku sarankan untuk kalian yang akan bepergian sebaiknya mengajak paling tidak satu orang saja yang tau arah jalan agar tidak tersesat dan menghabiskan banyak waktu dijalan yang bisa saja mengacaukan semua plan yang telah di atur dengan baik sebelumnya. Kembali pada taman jomblo yang menjadi tujuan kami selanjutnya. Taman jomblo ini berada di jalan Jendral Basuki Rahmat, Paal Lima, Kota Baru, Jambi. Lokasinya memang dipinggir jalan lebih tepatnya di trotoar jalan, namun trotoar jalan ini telah di rancang dan di modivikasi sedemikian rupa sehingga menjadi salah satu tempat yang bagus untuk bersantai apa lagi di sore hari. Seperti yang kami temui saat berkunjung ke taman jomblo kami bertemu banyak muda mudi bahkan keluarga yang tengah bersantai di sini. Apa lagi letak taman jomblo ini langsung di hadapkan pada jalan yang membatasi monas Jambi. Karena tidak akan ditemui di tempat lain akupun sedikit menyalurkan hobi berfoto ku di tempat ini bermaksut hanya untuk mengabadikan moment saja.

            Tak terasa hari sudah mulai gelap, kamipun sepakat meninggalkan taman jomblo dan beranjak untuk kembali ke Muara Bulian. Berharap akan sampai rumah sebelum malam, namun hal itu tidak terkejar oleh kami. Kami baru berangkat meninggalkan kota Jambi sekitar pukul 18.20. Dan karena tidak melewati jalan alternatif yang kami lewati saat pergi tadi sehingga membuat kami menghabiskan waktu hampir satu jam lebih di jalan utama apa lagi saat pulang aku yang membawa motor dari Jambi ke Muara Bulian dengan kecepatan 40-60km/jam ditambah lagi ini pengalaman pertama ku mengendarai motor dari Jambi ke Muara Bulian, sehingga membuat perjalanan kami sedikit lelet karena aku sangat berhati-hati saat menembus gelapnya malam dan dinginnya udara malam itu. Suasana jalan yang sangat ramai oleh truk-truk besar juga merupakan hal yang sangat aku hati-hatikan malam itu. Dan Alhamdulillah sebelum isya kami sudah sampai di rumah dengan selamat. Sebuah komentar untuk liburan ku hari itu “ My Trip My Adventure”.
            Karena aku masih memiliki janji bertemu dengan kekasih ku malam itu, akupun melanjutkan dengan bersih-bersih dan siap-siap untuk bertemu kekasih ku. Tepat pukul 20.10 ia datang menjemput ku dan mengajak aku untuk duduk bersantai bersama teman-temannya. Mungkin maksutnya agar aku dapat melihat langsung kesibukkan apa yang tengah ia kerjakan di sana, maklum sifat ku yang cerewet dan suka menerka-nerka sendiri apa bila tak diberi kabar ini mungkin memang sudah sangat berlebihan namun hal itu tak lain karena aku menghawatirkannya, bukankah kemungkinan buruk bisa saja terjadi tanpa di sangka-sangka ya aku harap dia selalu baik-baik saja dan menjaga keselamatannya. Tapi selain tujuan utama itu aku menangkap hal lain mengapa ia membawa ku bertemu dengan teman-temannya malam itu. Karena mengingat selama ini mungkin kekasih ku tak pernah tampak berkomunikasi dengan perempuan disana. Ya aku mengerti dan aku bahagia karena ia mau dan berani memperkenalkan ku pada banyak teman-temannya. Namun sebelum aku memperkenalkan diri ku disana, teman-temannya sudah lebih dulu tau jika aku datang dari kota Padang. Ini membuat ku berfikir panjang, dan hal itu jugalah yang membuat aku semakin yakin jika kekasih ku itu juga merasakan apa yang aku rasakan. Tapi ada hal yang sedikit membuat aku tak enak selama di sana. Kekasih ku terus saja menjadi bulian dari candaan teman-temannnya, melihat hal itu aku sedikit kasihan padanya, hehe. Namun aku mengerti itulah teman-teman yang telah berhasil membuat aku cemburu dengan waktu kekasih ku yang hilang dari ku. Tanpa mereka mungkin kekasih ku tidak akan betah berada di kota itu dan mungkin bisa saja pergi lagi ntah kemana seperti sebelumnya. Mereka teman-teman yang baik dan penuh humoris. Aku berharap suatu hari teman-teman kekasih ku itu kembali bisa bertemu dengan ku ntah saat acara pernikahan ku dengan kekasih ku tahun depan atau mungkin saat aku kembali menjadi tamu di sana dengan status halal kami. Mungkin akan berbeda lagi candaan yang akan aku temui disana.
            Selesai malam itu, untuk hari ketiga aku hanya bersantai di rumah sambil menunggu malam hari keempatnya. Yang mana pada  malam hari keempat aku sudah harus meninggalkan Muara Bulian dan kembali ke kota Padang ku ini untuk bersiap-siap menghadapi ujian. Keberangkatan ku untuk kembali ke Padang memang lebih cepat sehari dari rencana awal ku. Hal ini dikarenakan ada tugas akhir yang belum aku selesaikan dan harus aku kumpulkan sebelun ujian dimulai pada hari Selasa tanggal 24 Mei 2016.
            Karena tidak terdapat loket dari bus yang ingin aku naiki dikota itu, akupun memilih cara lain yaitu dengan menunggu bus di simpang BBC. Karena biasanya setiap bus yang akan menuju Padang dari Jambi akan lewat dan berhenti di BBC Muara Bulian untuk mencari tambahan penumpang. Cukup lama aku menunggu malam itu kira-kira sejaman. Di sana aku diantar oleh tiga orang teman-teman yang telah menerima dengan baik kunjungan ku lagi kali ini di kota itu dan kekasih ku yang sudah mau meluangkan waktu untuk ku dan sudah mau aku ganggu waktu-waktu berharganya. Namun semoga kunjungan ku yang berniat membuat mu bahagia bisa bertemu dengan ku cukup untuk menebus kenekatan ku yang telah menyibukkan mu beberapa hari ini. Aku akan sangat merindukan mu setelah ini. Dan yang pasti aku sudah sangat bersemangat untuk menghadapi ujian dan menunggu libur semester lagi setelah itu sehingga bisa kembali bertemu dengan mu ntah di kampung ataupun di kota ku saat ini.
Seperti biasanya, sebelum beranjak meninggalkannya ku raih tangan kanannya untuk menyalaminya. Namun tak seperti biasanya yang mana aku selalu menyalaminya dengan meletakkan tangannya di kening ku, dan untuk kali ini aku menyalaminya dengan meletakkan tangannya di bibir ku dan ku cium punggung tangannya. Ada rasa bahagia yang tak dapat aku ungkapkan disana, dan ada rasa terimakasih telah meluangkan waktu untuk ku, menerima kedatangan ku, membuat ku bahagia, dan mengobati rindu ku selama empat hari, semua hanya bisa aku ungkapkan dengan cara ku menyalaminya yang berbeda malam itu dan hal itu juga menutup masa liburan ku kali ini dengan penuh haru. Didalam mobilpun aku masih larut dalam rasa haru karena merasa liburan ini sebenarnya masih ingin aku lanjutkan lagi namun aku sudah harus kembali ke kota ku untuk ujian.
            Kekasih ku tercinta, aku bahagia saat bersamamu, tak perduli di mana, selama apa, dan kapan itu, aku selalu bersyukur karena masih dilimpahkan kesehatan, kesempatan dan rizki yang cukup untuk mengunjungi mu. Semoga kebahagiaan yang aku rasakan juga kamu rasakan. Maafkan aku yang telah nekat dengan keras kepala ku sehingga menganggu waktu berharga mu dan menjadi menyusahkan mu. Terimakasih telah menerimaku dengan baik pada masa liburan ku kali ini, aku bersyukur tuhan masih menjaga rasa yang ada di antara kita, kamu mampu tepiskan pilu dan juga memberi kebahagiaan yang tak aku temui di rumah ku, terlebih saat masa liburan datang. Jaga kesehatan mu disana supaya bisa terus bekerja dengan baik. Aku akan sangat merindukan mu lagi, apa lagi selama masa PL ku, tidak memungkinkan aku untuk bepergian dari sekolah yang menjadi tempat ku PL. Doakan aku untuk kemudahan dan kelancaran kuliah ku agar aku cepat wisuda, agar cepat tuhan menghalalkan kita setelah itu. Insyaallah.

Senin, 18 April 2016

Padang With My Little Brother




Alhamdulillah empat hari bahagia. Lagi musim liburan sekolah ne. Dan kebetulan dalam minggu ini senior adik ku di pompes Pekanbaru sedang mengadakan UN, jadi untuk semua junior ponpes diliburkan. Ada yang berbeda dari liburan adik ku kali ini. Ia mendapatkan libur selama sepuluh hari. Dua hari pertama ia habiskan di rumah bersama papa ku, dan hari ketiga ia berkunjung ke tempat ku di kota ini. Aku senang sekali adik ku berkunjung ke kota ini, apa lagi selama empat hari di sini adik ku menginap di tempat ku, rumah jadi rame dan aku jadi ada teman untuk bercerita. Tidak ingin menyia-nyiakan waktu kebersamaan yang hanya empat hari, kamipun mengatur apa-apa saja rute yang akan kami lalui selama adik ku berada di kota ini.
Hari pertama aku membawanya mengunjungi pantai purus yang letaknya tak jauh dari rumah ku, dan kebetulan sesampai kami di pantai tak sengaja kami bertemu sekelompok marinir perwakilan dari berbagai negara yang sedang menghadiri acara KOMODO 2016 serta peresmian monumen merpati perdamaian oleh bapak presiden Indonesia. Suasana di pantai begitu ramai, dan atraksi yang di tampilkan cukup membuat aku dan adik ku tahjub. Selama di pantai kami juga tidak lupa untuk mengabadikan momen-momen kebersamaan, yaitu foto-foto. Dan ternyata hobi foto adik ku lebih gila dari hobi foto ku. Dia lebih lebay dari aku. Ups. Tapi aku senang hobi foto ku terseimbaingi kalau lagi bersama adik ku itu. Hari keduanya kami melanjutkan dengan mengunjungi konter HP yang kebetulan salah satu alasan adik berlibur ke kota ini juga untuk meminta bantuan ku menemaninya membeli HP android. Setelah mengunjungi 2 konter pilihanpun jatuh di sebuah konter yang memang cukup besar di kota ini. Di sana pelayanan yang diberikan cukup bagus, kami disuguhkan minuman teh botol walaupun kami tidak meminta. Ya strategi marketing yang cukup baik. Tapi tak salah juga, tokonya cukup ramai, terlebih disaat HP yang kami cari siap dipacking ternyata ada bonus tambahan yang kami terima yaitu gantungan boneka. Lucu sih dan lumayan, free juga. Hehe. Hari kedua hanya kami habiskan untuk membeli HP dan menyetel aplikasi, paket, serta mencari kesing HP tersebut saja. Selanjutnya hari ketiga. Di hari ketiga aku mengajak adik ku berkunjung ke sebuah museum di kota ini namanya museum Adityawarman. Letaknya lumayan jauh dari rumah ku, tapi syukurnya aku tau jalan menuju museum tersebut. Di dalam museum kita akan menemukan taman dengan banyak ayunan seperti taman bermain, dan sedikit beranjak dari pintu masuk, jika kita berjalan lurus kedalam kita akan melihat sebuah bangunan berbentuk rumah adat dimana di dalamnya berisi benda-benda kuno dan bersejarah. Ya tepat sekali bangunan itulah yang dinamakan museum. Di tambah lagi bagian luar dari museum di tumbuhi pepohonan dan tanaman yang sangat rindang sehingga suasana terasa asri, agar tidak kepanasan pengunjung bisa berteduh di bawah pepohonan atau duduk santai di bangku taman atau bahkan menghilangkan penat dengan berfoto ria. Dan lagi-lagi di tempat ini aku dan adik ku menghabiskan waktu dengan melihat-lihat bagian museum dan berfoto. Untuk hari keempat aku mengajak adik ku itu makan malam di sebuah cafe yang ada di kota ini yang sebelumnya juga cukup sering aku kunjungi bersama teman-teman ku. Nama cafenya adalah Malioboro Gallery & Bistro. Disana kami memesan menu yang sederhana saja yaitu mi ayam dan gado-gado tapi mi ayam dan gado-gado yang di sajikan disini berbeda dari biasanya, porsinya banyak dan tampilannya cukup menarik sehingga menggugah selera. Di café tersebut kami juga bisa berfoto-foto karena background dari cafe Malioboro ini cukup menarik di jadikan objek foto, khususnya untuk aku dan adik ku yang memang sama-sama hobi foto.
            Gak terasa empat hari berlalu, dan adik sudah harus kembali ke Pekanbaru lagi. Walaupun liburannnya masih tersisa beberapa hari, tapi ia masih memilki rute liburan selanjutnya bersama teman-temannya. Selama empat hari disini aku melihat ada rona bahagia diwajah adik ku. Aku juga bahagia di temani dia empat hari ini, di tambah lagi kami memilki hobi yang sama yaitu traveling, makan, dan berfoto. Walaupun aku di sibukkan dengan kuliah tapi aku sudah berusaha menyisihkan waktu untuk kebersamaan dengan adik ku di nagari malin kundang ini. Aku harap adik ku tidak kapok untuk ke sini lagi. Nice to meet you in Padang city my little brother.